Kit Deteksi Aflatoksin Curi Perhatian di PENAS XVII
Perhelatan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang berlangsung di GOR David-Tony, Kabupaten Gorontalo, pada 20–25 Juni 2026, berlangsung meriah dan menjadi ajang pertemuan terbesar bagi petani, nelayan, pelaku usaha, akademisi, serta pemangku kepentingan sektor pertanian dan perikanan dari seluruh Indonesia. Area pameran atau Expo KTNA dipadati ratusan booth yang menampilkan berbagai inovasi teknologi, produk unggulan, serta layanan dari instansi pemerintah, swasta, dan pemerintah daerah.
Turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, Balai Perakitan dan Modernisasi Pascapanen Pertanian (BRMP Pascapanen) hadir di Hall A Nomor 67 dengan membawa berbagai inovasi dan teknologi pascapanen yang bertujuan meningkatkan mutu, keamanan, serta nilai tambah hasil pertanian. Kehadiran BRMP Pascapanen menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung yang ingin mengenal lebih dekat teknologi dan produk inovatif hasil penelitian dan pengembangan sektor pascapanen.
Salah satu inovasi yang menjadi sorotan adalah Kit Deteksi Aflatoksin, sebuah perangkat yang dikembangkan untuk membantu pelaku usaha dan petani dalam mendeteksi cemaran aflatoksin pada jagung secara cepat dan praktis. Aflatoksin merupakan salah satu ancaman terbesar terhadap mutu dan keamanan komoditas pertanian yang dapat menurunkan kualitas produk serta menghambat daya saing di pasar.
Kepala BRMP Pascapanen, Suharyanto mengatakan “Melalui kit ini, pengguna dapat mengestimasi kadar aflatoksin dengan mudah, cepat, dan biaya yang relatif terjangkau. Selain sebagai alat pemantauan mutu, hasil pengujian juga dapat menjadi dasar dalam melakukan perbaikan penanganan pascapanen guna menghasilkan produk yang lebih aman dan berkualitas” ujar Suharyanto.
Selain itu, BRMP Pascapanen juga memamerkan produk berbasis limbah pertanian seperti BioSINTA (pupuk biosilika dari jerami dan sekam padi), Biobriket sebagai energi alternatif ramah lingkungan, serta BIOFOAM, kemasan biodegradable pengganti styrofoam yang aman bagi kesehatan dan lingkungan. Beragam produk pangan inovatif turut ditampilkan, antara lain Tepung Telur, Nasi Kuning Instan, dan Mi Nusantara. Pengunjung juga dapat memperoleh informasi mengenai layanan BRMP Pascapanen, meliputi Pengujian dan Analisis Laboratorium, Penyelenggara Uji Profisiensi (PUP), Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), serta Lembaga Sertifikasi Produk, Proses, dan Jasa (LSPro).
Partisipasi BRMP Pascapanen dalam PENAS XVII 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan inovasi teknologi pascapanen kepada masyarakat luas sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, petani, dan nelayan dalam mewujudkan sektor pertanian yang maju, modern, dan berkelanjutan. Melalui berbagai produk dan layanan yang ditampilkan, BRMP Pascapanen menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan nilai tambah, keamanan pangan, dan kesejahteraan petani Indonesia.
#PENASXVII #KitaMulaiCaraBaru